Thursday, January 1, 2009

Ada Musik Dimana-mana

Seperti badminton, musik ada di mana-mana. Musik juga seperti jerawat, ada dimana-mana. Meskipun musik tidak almighty sepeti bruce dan evan, tapi musik ada dimanamana.

Di era informatika yang penuh dengan kenakalan remaja dan orang tua ini mungkin ga aneh lagi kalau mendengar nada-nada yang muncul dari sebuah alat musik sebut saja gitar, piano, biola, angklung, gamelan, terompet, klakson mobil, dan banyak masih. Walaupun cuma punya 7 nada dasar dari C sampe B, mereka bisa menghasilkan >7 nada dan dikomposisikan ke dalam jutaan lagu yang sekarang ini sudah tersebar di dunia ini. Permutasi dan kombinasi yang luar biasa, from seven to million. Walaupun pada akhirnya kangen band ngikut si peterpan juga kalo bikin lagu.

Tapi ga Cuma gitar dan teman2nya itu yang bisa bikin musik. Dulu pernah tahu kalau pipis dibilang air seni karena si pipis memang berjiwa seni. Tergantung dari kamar mandinya di mana, pispotnya duduk atau jongkok, dia bisa punya suara musik yang berlainan. Kecepatan air juga mempengaruhi irama yang dihasilkan, begitu juga dengan tumbukan dan momentum yang dihasilkan. Mungkin dalam fisika rumusnya begini Irama pipis = m x a x F x ... Ah sudahlah, saya bukan ahli fisika. Lupakan.

Kentut juga bisa jadi musik, bahkan dari berjuta kentut yang sudah saya hasilkan selama 23 tahun ini, suara dan iramanya ga ada yang sama. Hebat.

Baru-baru ini sudah mulai berkembang orkestra STOMP. Stomp itu adalah musik yang dihasilkan dari barang-barang bekas, atau dikenal dengan musik sampah. Mungkin orang sudah mulai bosan dengan gitar atau gamelan makanya beralih dengan inovasi-inovasi baru seperti ini. Atau mungkin terinspirasi oleh pengamen di metro mini yang pake Aqua galon atau Ades galon atau juga merk apalah itu yang ga terkenal. Atau terinspirasi dari bencong2 di film warkop DKI yang ngamen pake karet ban di betot-betot.

Ternyata musik juga menginspirasi PT Marga Mandala Sakti, operator jalan tol jakarta-merak . Kemaren ini waktu jalan-jalan ke anyer Via tol jakarta-merak, naik mobil. Konon, beberapa ruas di jalan tol jakarta-merak bisa menghasilkan irama yang menakjubkan. Iramanya keluar sewaktu mobil melindas cat putih yang suka ngejejer di jalan. Legenda menyebutkan bahwa irama yang dihasilkan itu menyerupai tepuk pramuka “prok3x,,,prok3x,,,prok7x...”. Awalnya memang tidak percaya sama halnya saya tidak percaya dengan omongan Roy Sukro di infotainment. Sampe akhirnya saya coba juga. Jadi memang ternyata kalau kita melindas barisan cat itu dengan kecepatan 80-100 kph, timbullah suara “dug3x,,,dug3x,,,dug7x...”, mirip sama tepuk pramuka yang “prok”, tapi yang ini “dug”. Hebat.

Kayak gini (klik untuk perbesar):


Kalau tol cipularang tidak berseni, bunyinya Cuma “drruuugggggg....” doang tanpa irama. Mungkin bikinnya terburu2 jadi tidak sempat.

Sebaiknya jalan tol di Indonesia ini bisa ngeluarin lagu nidji, ga sekedar tepuk pramuka.

Musik memang ada dimana-mana dari bangun tidur sampe mau tidur. Bangun tidur langsung kentut adalah musik. Selagi mandi juga, pas lagi makan, pas lagi di jalanan. Sampe di kantor pasang radio, Siang2 jumatan ada musik juga. Pulang ke rumah dengan kejadian yang sama ama waktu berangkat. Sebelum tidur kentut dulu. Akhirnya tidur sambil ngorok dengan irama bach atau beethoven punya. Hebat.

Friday, August 22, 2008

Puisi untuk si Bapak di Selamat Datang Bulan Ramadhan

oh bapak..
yang duduk di sebelah saya
sesungguhnya kursi ini memang
kurang besar untuk 2 orang
karena katanya
kursi ini dibuat hemat biaya produksi
oleh perusahaan otobis ini

oh bapak..
memang AC di otobis ini sangat dingin
anginnya besar seperti ini

oh bapak..
sesungguhnya saya tak tega mengarahkan lobang AC ini
ke kursi bapak
karena saya tidak ingin bapak kedinginan

oh bapak..
sesungguhnya lobang angin ini sebelumnya sudah saya arahkan
ke tempat netral
ke tempat tengah
ke tempat yang adil
supaya saya dan bapak
bisa sama-sama merasakan kencangnya angin ini
supaya tidak ada yang sakit hati
supaya seimbang
supaya adil

oh bapak..
saya sudah berniat baik
saya sudah berniat adil
saya tidak mau bernikmat diatas penderitaan bapak

oh bapak..
mengapa setelahnya
bapak tega
mengarahkan lobang itu ke kursi saya
hingga saya kedinginan
dan bapak kehangatan

oh bapak..
sekarang bapak tidur pulas
sekarang saya tidak tidur karena sekarang saya kedinginan

oh bapak..
tidak tahukah tadi malam saya begadang
dan mengharap tidur di otobis ini

oh bapak..
setengah jam sudah saya menggigil
setengah jam sudah bapak tidur pulas

oh bapak..
saya bukan orang baik
saya putar saja lobang itu ke arah bapak
supaya saya bisa tidur
supaya bapak kedinginan

oh bapak..
sekarang bapak sudah bangun
karena kedinginan
rasakan itu

oh bapak..
sekarang saya tidur pulas
sekarang bapak kedinginan
saya bisa lihat itu
dari posisi lengan bapak

oh bapak..
rasakan itu
rasakan itu derita setengah jam saya tadi

oh bapak..
sekarang saya sudah bangun
dan bapak masih kedinginan
rasakan itu

oh bapak..
terima saja pembalasan itu
supaya bapak merasakan derita saya
supaya bapak bisa ber-empati
karena tidak tahukah pak
kalau manusia diciptakan untuk saling ber-empati

oh bapak..
semoga perjalanan otobis ini
bisa menjadi pelajaran
supaya kelak bapak tidak seenaknya
di otobis yang lain

dan tahukah pak..
Bulan Ramadhan itu diciptakan
supaya manusia bisa ber-empati
supaya manusia bisa merasakan
derita manusia lainnya
derita tetangganya
derita temannya
derita keluarganya

oh bapak..
sebentar lagi, 2 minggu lagi
giliran saya
yang harus bisa merasakan
derita teman-teman saya
derita orang-orang di dekat saya
yang belum saya rasakan

supaya saya bisa belajar bersyukur
supaya saya bisa belajar mengurangi
keluhan-keluhan yang itu-itu lagi

Thursday, August 14, 2008

Jiplak Terhebat Sepanjang Masa

Hari itu sudah magrib tapi orang2 belom pada mau pulang. masih mau kerja katanya, dasar gila kerja semua orang nih.

Seperti biasa radio di sebelah meja kerja saya waktu itu adalah 101.4 trax fm. Sekonyong-konyong fokus saya waktu itu terbelah jadi dua, yang satu ke layar komputer mengerjakan apalah itu namanya, dan yang satu lagi telinga saya sedikit blur mendengar semacam interview di radio yang kadang diselingi acoustic live performance dari band yang waktu itu diinterview.

Karena memang fokusnya terbagi dua, saya tidak sadar kalau speaker di radio itu mengeluarkan lagu-lagu the beatles yang dimainkan secara live. "oh, the beatles sedang live performance" pikir saya.
Baru konek 10 menit kemudian setelah saya beranjak dari meja kerja, baru sadar kalau ini adalah live performance. Ah, ga mungkin the beatles live di radio, kan udah ko'it sebagian.

Fokus saya alihkan ke radio. Mereka masih memainkan michelle, lalu something, lalu hey jude, lalu this boy, lalu across the universe.

Bukan the beatles, karena tidak mungkin ada acara jelangkung di radio. Tapi mereka adalah G-Pluck. Saya memang sudah tahu keberadaan mereka dari kabar berita, tapi baru kali pertama ini saya mendengar mereka tampil.

"Anjing!" cuma itu reaksi spontan saya. dan ternyata si interviewer juga mengucapkan frase yang sama di setiap awal lagu yang mereka mainkan, terutama di bagian ketika sang vokalis mulai mengeluarkan suara di bait pertamanya.

Bukan untuk mengumpat, tapi rasa kagum dan penghargaan untuk para kloning beatles itu.

100% tidak ada perbedaan sama sekali dari sound yang dihasilkan band ini dengan rekaman asli the beatles. Mulai dari suara vokal, sound gitar, sound bass, sound drum, hingga part-part lagu yang sama sekali persis.

Karakter sound alat-alat musik dibuat sama persis dengan setiap lagu rekaman the beatles, cuma yang saya bingung gimana cara niru suara Paul, sampe logat-logat british nya pun sama persis! Ini jiplak terhebat sepanjang masa, walaupun saya belum lihat jiplak-jiplak lainnya di dunia ini.

Demi para dewa musik di alam jagat raya ini, saya benar-benar seperti mendengarkan live acoustic "the real beatles" di radio itu.

Ah! sayang band sehebat ini ga terekspos di Indonesia! Hidup G-Pluck! Fans kalian nambah satu.

OldTown Live @ Cihampelas Walk

OldTown @ Dago Tea House