Di era informatika yang penuh dengan kenakalan remaja dan orang tua ini mungkin ga aneh lagi kalau mendengar nada-nada yang muncul dari sebuah alat musik sebut saja gitar, piano, biola, angklung, gamelan, terompet, klakson mobil, dan banyak masih. Walaupun cuma punya 7 nada dasar dari C sampe B, mereka bisa menghasilkan >7 nada dan dikomposisikan ke dalam jutaan lagu yang sekarang ini sudah tersebar di dunia ini. Permutasi dan kombinasi yang luar biasa, from seven to million. Walaupun pada akhirnya kangen band ngikut si peterpan juga kalo bikin lagu.
Tapi ga Cuma gitar dan teman2nya itu yang bisa bikin musik. Dulu pernah tahu kalau pipis dibilang air seni karena si pipis memang berjiwa seni. Tergantung dari kamar mandinya di mana, pispotnya duduk atau jongkok, dia bisa punya suara musik yang berlainan. Kecepatan air juga mempengaruhi irama yang dihasilkan, begitu juga dengan tumbukan dan momentum yang dihasilkan. Mungkin dalam fisika rumusnya begini Irama pipis = m x a x F x ... Ah sudahlah, saya bukan ahli fisika. Lupakan.
Kentut juga bisa jadi musik, bahkan dari berjuta kentut yang sudah saya hasilkan selama 23 tahun ini, suara dan iramanya ga ada yang sama. Hebat.
Baru-baru ini sudah mulai berkembang orkestra STOMP. Stomp itu adalah musik yang dihasilkan dari barang-barang bekas, atau dikenal dengan musik sampah. Mungkin orang sudah mulai bosan dengan gitar atau gamelan makanya beralih dengan inovasi-inovasi baru seperti ini. Atau mungkin terinspirasi oleh pengamen di metro mini yang pake Aqua galon atau Ades galon atau juga merk apalah itu yang ga terkenal. Atau terinspirasi dari bencong2 di film warkop DKI yang ngamen pake karet ban di betot-betot.
Ternyata musik juga menginspirasi PT Marga Mandala Sakti, operator jalan tol jakarta-merak . Kemaren ini waktu jalan-jalan ke anyer Via tol jakarta-merak, naik mobil. Konon, beberapa ruas di jalan tol jakarta-merak bisa menghasilkan irama yang menakjubkan. Iramanya keluar sewaktu mobil melindas cat putih yang suka ngejejer di jalan. Legenda menyebutkan bahwa irama yang dihasilkan itu menyerupai tepuk pramuka “prok3x,,,prok3x,,,prok7x...”. Awalnya memang tidak percaya sama halnya saya tidak percaya dengan omongan Roy Sukro di infotainment. Sampe akhirnya saya coba juga. Jadi memang ternyata kalau kita melindas barisan cat itu dengan kecepatan 80-100 kph, timbullah suara “dug3x,,,dug3x,,,dug7x...”, mirip sama tepuk pramuka yang “prok”, tapi yang ini “dug”. Hebat.
Kayak gini (klik untuk perbesar):

Kalau tol cipularang tidak berseni, bunyinya Cuma “drruuugggggg....” doang tanpa irama. Mungkin bikinnya terburu2 jadi tidak sempat.
Sebaiknya jalan tol di Indonesia ini bisa ngeluarin lagu nidji, ga sekedar tepuk pramuka.
Musik memang ada dimana-mana dari bangun tidur sampe mau tidur. Bangun tidur langsung kentut adalah musik. Selagi mandi juga, pas lagi makan, pas lagi di jalanan. Sampe di kantor pasang radio, Siang2 jumatan ada musik juga. Pulang ke rumah dengan kejadian yang sama ama waktu berangkat. Sebelum tidur kentut dulu. Akhirnya tidur sambil ngorok dengan irama bach atau beethoven punya. Hebat.
